Saturday, December 5, 2015

Kekisruhan Seputar Pemakaian Motif Batik Lampung

Batik yang pada masa lalu selalu di asosiasikan dengan pusat Batik di pulau Jawa dengan berbagai ciri khasnya. Meski demikian, di pulau-pulau lain di luar Pulau Jawa, ternyata banyak daerah yang memiliki batik daerah masing-masing. Seperti di antaranya adalah Kalimantan (Banjarmasin) dengan Sasirangan nya yang berwarna cerah, Papua dengan Batik Papua nya yang bercorak tifa atau burung cendrawasih, Kendari dengan Kain Tolaki nya.


Tak banyak yang mengetahui, jika ternyata Lampung juga memiliki batik dengan corak khas tersendiri. Proses panjang perkembangan Batik Lampung dimulai pada tahun 1970-an yang dipelopori oleh Andrean Sangaji (seorang budayawan Lampung). Motif dari Batik Lampung memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan motif wilayah lain yang ada di Indonesia. Keunikan Batik Lampung antara lain adalah dari motif yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan India, motif Buddha sangat kental di dalamnya. Diantara berbagai motif yang umum di terapkan dan di kenal dalam Batik Lampung, Motif yang paling terkenal adalah motif perahu dan pohon hayat atau pohon kehidupan. Dua motif ini menjadi ciri khas bagi kebudayaan Lampung di mata dunia internasional.

Seiring dengan kemajuan jaman, terjadi pergeseran dari Budaya lama menuju generasi budaya yang lebih modern. Perkembangan baik dari segi teknik, desain dan keseluruhan proses pembuatan dari Batik Lampung. Dengan seiring munculnya budaya baru tersebut, kini muncul berbagai gaya Batik kontemporer dengan tetap mengangkat ciri dan makna dari kebudayaan Lampung itu sendiri. Selain motif kontemporer, motif tradisional dari Batik Lampung yang masih bertahan adalah motif Sembagi yang sekarang ini telah di adopsi menjadi kain adat. Ciri khas motif tersebut adalah gambar bunga kaca piring, sepedundung dan lain lainnya yang merupakan motif hasil adopsi masyarakat Lampung.

Sempat terjadi polemik tentang kain motif sembagi yang dianggap bukan sebagai Batik lampung, kain sembagi disebut tidak ada bedanya dengan batik di Jawa, yang juga disebut serasah atau kumitir. Kain bermotif geometris ini mulai dipopulerkan di Sumatera Selatan pada abad ke-15 yang pada masa itu pemasarannya dimonopoli oleh VOC (De Vereenigde Oost Indische Companie). Polemik ini adalah hal yang harus di selesaikan dengan duduk bersama dengan mencari bukti dan literatur yang relevan, demi perkembangan dan masa depan kain Batik Lampung yang seindah bentuknya.

Sumber:

http://www.kerajinan.id/

Sejarah Perkembangan Batik Lampung

Sejak abad-18 bahkan beberapa abad sebelumnya batik lampung telah di kenal oleh masyarakat dunia. Ini terbukti dengan adanya koleksi batik lampung abad ke-18 di beberapa museum di Australia dan Amerika.
motif batik lampung sangat di pengaruhi kebudayaan India, motif budha sangat kental di dalamnya. motif yang paling terkenal di dunia dari batik lampung ini adalah motif perahu dan pohon kehidupannya.
Sumber:
http://www.batikcity.com/

Berkreasi Dengan Membuat Motif Batik Lampung

Bahan pembuatan batik Lampung

1. Canting, adalah alat tulis lilin yang digunakan untuk menutupi pola dan motif batik. Jadi fungsinya seperti pensil untuk lilin
2. Pensil pola
3. Kain mori putih yang biasanya kain sutera atau kain katun
4. Lilin malam (wax)
5. Kompor atau alat pemanas lilin malam (wax)
6. Bahan pewarna kain


Proses Detail Pembuatan Batik Lampung

1. Siapkan kain mori/ sutra, kemudian dibuat motif diatas kain tersebut dengan menggunakan pensil.

2. Setelah motif selesai dibuat, sampirkan atau letakkan kain pada gawangan

3. Nyalakan kompor/ anglo, letakkan malam/ lilin ke dalam wajan/ nyamplung, dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam/ lilin mencair sempurna. Untuk menjaga agar suhu kompor/ anglo stabil biarkan api tetap menyala kecil.

4. Tahap selanjutnya, menutupi kain dengan malam/ lilin pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (sama dengan warna dasar kain). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Proses ini bertujuan agar pada saat pencelupan bahan/ kain kedalam larutan pewarna bagian yang diberi lapisan malam/ lilin tidak terkena pewarna.

5. Pada proses membatik dimulai dengan mengambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas kemudian torehkan/ goreskan canting dengan mengikuti motif. Dalam proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain, karena akan mempengaruhi hasil motif batik.

6. Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna atau diberi warna yang lain tertutup oleh malam/lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna. Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh malam/ lilin. Pewarnaan dilakukan dengan cara mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap pada tahap berikutnya.

7. Setelah dicelupkan dalam pewarna, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.

8. Setelah kering dilakukan proses pelorodan, proses tehnik “pelorodan” dilakukan dengan cara lilin dikerik dengan pisau, kemudian kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu, atau menggunakan tehnik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin, kemudian Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh. Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, tehnik perebusan kain dengan soda abu dan tehnik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.

9. Kain yg telah berubah warna tadi direbus dalam air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan malam/ lilin sehingga motif yg telah digambar menjadi terlihat jelas. Apabila diinginkan beberapa warna pada batik yg kita buat, maka proses dapat diulang beberapa kali tergantung pada jumlah warna yg kita inginkan.

10. Setelah kain bersih dari malam/ lilin dan dikeringkan, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan malam/ lilin menggunakan alat canting untuk menahan warna berikutnya.

11. selanjutnya proses pencelupan warna yang kedua, dengan memberikan malam/ lilin lagi, pencelupan ketiga dst. Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tsb satu persatu lengkap dengan proses membuka/nglorot dan menutup malam/ lilin dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.

12. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.

13. Proses terakhir adalah mencuci /direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Sumber:

http://www.batiknulaba.com/

Dekorasi Dinding Ayat Kursi Sulam

Inilah varian dari produk kain tenun tapis Lampung
- Ukuran panjang kain 100 cm dan lebar 60 cm
- Motif ayat kursi
- Kain tenun asli karya pengrajin tenun tapis profesional

Ciri khas:
- Tapis merupakan kain tenun khas masyarakat Lampung. Jadi produk ini memiliki karakteristik etnik Lampung yang sangat kuat.
- Dengan perawatan dan penjagaan yang baik, kain tenun mampu bertahan hingga usia puluhan tahun

Keunggulan:
- Motif ayat kursi dirangkai dari benang emas kualitas terbaik
- Pembuatan motif menggunakan metode sulam tangan yang terbukti menghasilkan motif yang lebih rapat, detail, kuat, dan rapi dibanding dengan metode bordir.
- Kain tenun dibuat dengan cara penenunan tradisional dengan bahan baku alami, sehingga kain yang dihasilkan bisa sangat awet, tahan lama, dan mampu bertahan hingga usia puluhan tahun.
- Pewarnaan memanfaatkan bahan-bahan alami, sehingga warna tenun tidak mudah luntur dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Harga:
- Rp 550.000.-

Pemesanan:
- Silahkan dengan menghubungi 0857 4188 7228
Jika Anda menginginkan proses transaksi melalui rekening bersama, silahkan lakukan pembelian produk kami dengan mengklik bukalapak.com 





Hiasan Dinding Motif Ayat Kursi Full Benang Emas

Inilah varian dari produk kain tenun tapis Lampung
- Ukuran panjang kain 100 cm dan lebar 60 cm
- Motif ayat kursi
- Kain tenun asli karya pengrajin tenun tapis profesional

Ciri khas:
- Tapis merupakan kain tenun khas masyarakat Lampung. Jadi produk ini memiliki karakteristik etnik Lampung yang sangat kuat.
- 90% dari kain dasar dihias dengan sulaman benang emas. Maksudnya, sulaman benang emas hampir menutupi seluruh kain dasar tapis yang berukuran 100 x 60 cm itu.

Keunggulan:
- Motif ayat kursi dirangkai dari benang emas kualitas terbaik
- Pembuatan motif menggunakan metode sulam tangan yang terbukti menghasilkan motif yang lebih rapat, detail, kuat, dan rapi dibanding dengan metode bordir.
- Kain tenun dibuat dengan cara penenunan tradisional dengan bahan baku alami, sehingga kain yang dihasilkan bisa sangat awet, tahan lama, dan mampu bertahan hingga usia puluhan tahun.
- Pewarnaan memanfaatkan bahan-bahan alami, sehingga warna tenun tidak mudah luntur dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Harga:
- Rp 750.000.-

Pemesanan:
- Silahkan dengan menghubungi 0857 4188 7228
Jika Anda menginginkan proses transaksi melalui rekening bersama, silahkan lakukan pembelian produk kami dengan mengklik bukalapak.com 

Dekorasi Motif Ayat Kursi Full Benang Emas


Produk Dekorasi Motif Ayat Kursi

Kaligrafi ayat kursi merupakan salah satu variasi model tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding. Ada beberapa ukuran yang beredar dipasaran untuk model hiasan dinding ini, ada ukuran 100 cm, 125 cm, dan 150 cm. Masing-masing varian tentunya memiliki harga yang berbeda-beda pula. 
Kaligrafi Ayat Kursi Bordir
Ayat kursi sendiri merupakan motif tapis yang diambil dari teks Al-Quran pada surat Al-Baqarah ayat 255. Kaligrafi ayat Al-Quran menjadi salah satu bentuk pengaruh Islam yang turut memperkaya khazanah motif kain tapis Lampung. Motif ayat kursi dibuat hanya untuk model tapis yang didesain untuk hiasan dinding dan tidak akan kita temui motif ini pada model tapis sarung. Hal ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan akan kedudukan ayat Al-Quran yang begitu tinggi. Dengan memajang ayat Al-Quran diharapkan suasana religius dan ketenangan akan semakin terasa di ruangan tersebut. Tentu memajang ayat kursi di suatu ruangan bukan dimaksudkan sebagai jimat yang melindungi penghuni ruang itu terlindungi dari marabahaya.

 Tapis Ayat Kursi Sulam Full Benang Emas
Sulam Full Benang Emas
Pembuatan motif pada produk kaligrafi ayat kursi juga bervariasi. Ada model ayat kursi yang motifnya dibuat dengan metode 100% bordir; ada motif yang dibuat dengan 100% sulam; dan ada model ayat kursi yang motifnya perpaduan antara bordir dan sulam. Dari segi harga, tapis yang motifnya dibordir biasanya diberi harga murah, sedangkan tapis dengan motif yang disulam memiliki harga termahal.

Kain tapis ditenun dari bahan benang kapas. Pembuatannya masih memanfaatkan metode tradisional. Meskipun dibuat dengan peralatan yang sederhana, namun proses pembuatan kain tenun tapis tetap saja membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menenun yang mumpuni. Dengan proses penenunan yang mendetail, maka sangat wajar jika kain tenun yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang sangat baik. Kain tenun tapis umumnya sangat awet dan kualitasnya bertahan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan para kolektor tapis seringkali mendapati kain tapis kuno yang telah berusia puluhan tahun. Dengan perawatan khusus, tentu kain tapis tidak akan cepat mengalami kerusakan. Untuk tapis model hiasan dinding, sangat dianjurkan agar pigura dilapisi kaca dan dipajang di ruangan yang tidak lembab, serta terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.

Ayat Kursi Sulam Standar
Ada perbedaan benang yang digunakan untuk motif yang dibordir dengan motif yang disulam. Pada motif yang dibordir, benang yang digunakan adalah benang jahit.  Sedangkan pada motif yang disulam, benang yang digunakan adalah benang emas pelintir. Sebagai gambaran, benang emas pelintir besarnya seperti benang nilon namun benang  emas memiliki tekstur yang lebih kasar. Benang emas ini biasanya produk impor. Itulah sebabnya kain tapis dengan motif yang disulam biasanya memiliki harga yang sangat tinggi.

Untuk menyelesaikan kain tapis kaligrafi ayat kursi yang motifnya dibordir, setidaknya diperlukan waktu 3-7 hari. Tentu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tapis kaligrafi yang motifnya disulam tangan, setidaknya 1-2 bulan. Sedangkan untuk mengerjakan model tapis ayat kursi yang motifnya perpaduan sulam dan bordir, dibutuhkan waktu hingga 3 minggu.

Dekorasi Tapis Al-Fatihah

Al-Fatihah merupakan surat Al-Quran yang sangat akrab di telinga kita. Setidaknya kita selalu mendengarkan dan membacanya ketika menunaikan solat. Al-Fatihah adalah surat dalam Al-Quran yang paling agung, maka tidak salah jika Al-Fatihah dijuluki sebagai ummul Quran, induknya Al-Quran. Suasana tenang sangat terasa di dalam hati ketika kita melantunkan surat  Al-Fatihah. Tidak hanya turunnya kedamaian ke dalam hati, namun juga kandungan makna dalam surat Al-Fatihah memberi banyak pelajaran bagi kehidupan.

Tapis kaligrafi Al-Fatihah yang didesain khusus untuk hiasan dinding, merupakan suatu upaya menghadirkan suasana religius dan sakral ke dalam ruangan Anda. Tapis kaligrafi Al-Fatihah akan semakin memperindah ruangan, serta menyejukkan pandangan dan hati penghuni didalamnya. Ayat-ayat mulia yang senantiasa terpampang di dinding ruangan, tentu menjadikan Anda semakin mudah dalam memaknai dan merenunginya.

Desain tapis kaligrafi Al-Fatihah memang terlihat sangat indah karena motif kaligrafinya disulam dengan benang emas pelintir kualitas terbaik. Bahkan hiasan sulaman benang emas menutupi hingga 90% kain dasar, sehingga menjadikan tampilan tapis kaligrafi Al-Fatihah begitu elegan dan mewah. Motif kaligrafi dibuat dengan metode sulam tangan, sebuah metode penyulaman tradisional yang telah menjadi tradisi leluhur secara turun temurun. Tapis kaligrafi Al-Fatihah merupakan hasil karya dari kearifan budaya dan spiritual yang bersinergi di atas sehelai kain tenun.

Kain tenun tapis pun dikenal sangat awet karena dibuat dengan metode penenunan tradisional yang sangat menuntut ketelitian, ketekunan, dan kedisiplinan dari para pengrajin. Kain ditenun dari bahan benang kapas yang sudah terkenal kelembutan dan kekuatan teksturnya. Pewarnaan kain tenun diambil dari bahan-bahan yang alami, sehingga warna tidak mudah luntur dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Agar tapis kaligrafi Al-Fatihah selalu awet, gunakan pigura yang tertutupi kaca. Dengan demikian, debu, embun, maupun udara tidak akan mengenai kain tapis. Hindarkan kain tapis dari paparan langsung sinar matahari dan jangan ditaruh di ruang yang memiliki tingkat kelembaban tinggi. Selain itu, jangan gunakan AC pada level suhu yang sangat dingin, karena udara dapat mengembun di dalam pigura, serta kain tenun pun akan menjadi basah. Jika kain basah dan tidak cepat dikeringkan, maka biasanya kain akan ditumbuhi jamur.

Kain tapis dapat berumur panjang jika tidak ditaruh pada ruangan yang sangat lembab dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Kondisi yang terlalu lembab dapat menyebabkan kain menjadi berjamur, sedangkan paparan sinar matahari yang langsung mengenai kain dapat menyebabkan warna kain sedikit demi sedikit memudar.

Anda tidak perlu memigura kain tapis dengan bahan kayu atau ukiran yang mahal, karena yang terpenting adalah pigura rutin dibersihkan dan terhindar dari rayap.

Kain tapis yang terawat mampu bertahan hingga ratusan tahun. Hal itu sebagaimana koleksi tapis kuno yang dimiliki Ibu Ani Yudhoyono yang telah berusia dua ratusan tahun. Jadi, selama tapis ditempatkan pada kondisi ruangan yang baik, maka kain tapis pun akan bertahan lama dan tidak mudah rusak.